Langsung ke konten utama
MAKALAH
Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Geografi
“SUNGAI”

Kelas X3
Disusun Oleh :
*      Eka Fuji Astuti
*      Iis Haerunisa
*      Melly Noviany
*      Neng Reni Juanti
*      Reni Yulianti
*      Tirsa Anugraha

SMA NEGERI 1 CIHAURBEUTI
TAHUN AJARAN 2014/2015


LEMBAR PENGESAHAN

            Makalah ini yang berjudul “Sungai” telah disahkan dan disetujui pada :
Hari                 :
Tanggal           :
Disetujui oleh  :

Guru Bidang Studi                                                                      Wali Kelas



Dra.Hj.Titin Nurajmiatin, M.Si                                               Dadang Hendrayana, S.Pd
NIP.19671101 199303 2 007                                                 NIP.19800301 201408 1 001



Kepala Sekolah
SMA NEGERI 1 CIHAURBEUTI




OHAN, S.Pd, S.IP, MM
NIP.19630518 198403 1 003



Syukur Alhamdulillah, segala puji syukur kami hantarkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan yang tak terhingga kepada manusia selaku hamba-Nya. Dan tak lupa pula, shalawat beriring nada salam mudah-mudahan tercurahkan kepada baginda kita Nabi Besar Muhammad SAW,yang telah membawa umatnya  ini dari alam jahiliah kealam yang penuh dengan cahaya keimanan, begitu juga kepada keluarga dan para sahabat beliau. Selanjutnya hanya dengan taufik dan hidayah-Nya,maka saya dapat menyelesaikan makalah geografi  ini dengan tepat waktu.
            Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak luput dari kekurangan yang perlu disempurnakan.Karenanya saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak agar  dapat memperbaiki segala kekurangan yang ada.
            Akhirnya hanya kepada Allah jualah kita kembali,dengan iring do’a semoga makalah ini dapat digunakan untk semua pihak dan bermanfaat.
Amiin Ya Rabbal’alamin.                                  







Cihaurbeuti,                                       




Penulis                                    




DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI 
BAB I. 5
PENDAHULUAN.. 5
1.2 Rumusan Masalah. 6
1.3 Tujuan. 6
BAB II. 7
PEMBAHASAN.. 7
2.1 Pengertian Sungai 7
2.2 Klasifikasi Sungai 8
2.2.1 Klasifikasi Sungai Berdasarkan Pola Alirannya. 8
2.2.2 Klasifikasi Sungai Berdasarkan Sumber Air. 11
2.2.3 Klasifikasi Sungai Berdasarkan Arah Alirannya. 12
2.2.4 Klasifikasi Sungai Berdasarkan Keadaan Aliran Airnya. 13
2.2.5 Klasifikasi sungai berdasarkan struktur batuan yang di laluinya. 14
2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Karakteristik Sungai 15
2.3.1 Debit Sungai (volume air). 15
2.3.2 Kemiringan Sungai (Gradient). 15
2.3.3 Lebar Sungai 16
2.4 Struktur Sungai 17
2.4.1 Alur dan Tanggul Sungai 17
2.4.2 Dasar dan Gradien Sungai 18
2.4.3 Bantaran Sungai 18
2.4.4 Tebing Sungai 18
2.5 Lingkungan Bio-fisik Sungai 19
2.5.1 Vegetasi Spesifik Bantaran Sungai 19
2.6 Proses Terbentuknya Sungai 20
2.7 Fungsi Sungai 21
2.8 Pencemaran pada Sungai 22
2.8.1 Dampak Pencemaran Sungai 23
2.8.2 Upaya Mengatasi Pencemaran Sungai 25
BAB III. 26
PENUTUP.. 26
3.1 Simpulan. 26
3.2 Saran. 26
DAFTAR PUSTAKA.. 27
LAMPIRAN




1.1 Latar belakang
            Sungai adalah bagian permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah di sekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, rawa atau ke sungai yang lain. Sungai merupakan tempat mengalirnya air tawar.Air yang mengalir lewat sungai bisa berasal dari air hujan, bisa berasal dari mata air atau bisa juga berasal dari es yang mengalir (Gletser).Ke mana air itu mengalir? Air mengalir bisa ke laut, ke danau, ke rawa, ke sungai lain dan bisa juga ke sawah-sawah. Ada bermacam-macam jenis sungai.Berdasarkan sumber airnya sungai dibedakan menjadi tiga macam yaitu sungai hujan, sungai gletser dan sungai campuran.
            Permukaan bumi secara alami mengalami erosi begitu muncul di permukaan bumi ( chorley, 1984 ). Salah satu faktor penting penyebab terjadinya erosi yang bekerja secara terus menerus untuk mengkikis permukaan bumi, hingga sama dengan permukaan laut adalah air. Air adalah benda cair yang senantiasa bergerak kearah tampat yang lebih rendah,yang di pengaruhi oleh gradien sungai dan gaya gravitasi bumi. Menurut sandi (1985), dalam pergerakannya air selain melarut kan sesuatu, juga mengkikis bumi,sehingga akhir nya terbentuk lah cekungan di mana air tertampung melalui saluran kecil dan atau besar, yang di sebut dengan istilah alur sungai (badan sungai). Lebih jauh di kemukakan bahwa aliran sungai di bagian luar nya di batasi oleh bagian batuan yang keras yang di sebut dengan tanggul sungai.
             Saluran air kecil dan atau besar yang saling ketemu membentuk pola aliran sungai tertentu, yang di pengaruhi oleh jenis batuan dan bentuk morfologi medan (Thombury, 1954; barstra, 1982). Lebih jauh sandi (1985) menyatakan bahwa jenis batuan dan morfologi medan badan sungai, selain mempengaruhi kerapatan aliran sungai, juga dapat mencirikan karakteristik sungai yang meliputi perkembangan profil, pola aliran dan genetis sungainya. Didaerah yang tersusun oleh batuan intrusif, dengan tekstur

kasar, menunjukan kerapan aliran sungai yang rendah. Namun sebaliknya pada aliran sungai yang di dominansi oleh batuan sedimen, menunjukan kerapan yang tinggi (Zuidam,1983 dan Sandy, 1985).
            Sungai juga merupakan tempat sumberdaya alam, yang di dalamnya banyak terkandung berbagai jenis ikan air tawar dan berbagai jenis tumbuhan air.Kemudian sungai bisa juga di jadikan sebagai alat transportasi dan bisa juga di jadikan sarana ekonomi.Pada intinya sungai merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk beraktivitas.


1.      Apa yang dimaksud dengan sungai ?
2’   Sebutkan klasifikasi sungai?
3.      Apa yang di maksud dengan pola sungai ?
4.      Bagaimana hubungan antara karakteristi sungai dengan pola terbentuknya sungai?
5.      Bagaimana terbentuknya sungai ?

1.      Membantu mahasiswa mengetahui klasifikasi sungai.
3.      Untuk mengetahui karakteristik sungai.
4.      Untuk membantu mahasiswa memahami fungsi sungai.
5.      Membantu mahasiswa memahami proses terbentuknya sungai.



            Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir melalui terusan alami dan kedua pinggirnya di batasi tanggul-tanggul alami yang akhirnya mengalir kelaut atau sungai induknya.Sungai merupakan jalan air alami.mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain.
Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan.Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.
Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia saat ini terdapat 5.950 daerah aliran sungai (DAS).
Perlu juga dikemukakan bahwa sodetan sungai kini telah tergolong sebagai alternatif yang primitif jika ditinjau dari konsep ekohidrologi, serta tidak selaras dengan kesepakatan dunia pada KTT Bumi (Earth Summit) di

Johannesburg bulan September 2002 yang mengklasifikasikan sodetan sungai (river diversion) sebagai pembangunan yang tidak berkelanjutan.

            Didalam klasifikasi sungai atau karakteristik sungai ini akan dibahas bermacam-macam jenis sungai berdasarkan karakteristik dan polanya.

Dengan berjalannya waktu, suatu sistem jaringan sungai akan membentuk pola pengaliran tertentu di antara saluran utama dengan cabang-cabangnya dan pembentukan pola pengaliran ini sangat ditentukan oleh faktor geologinya. Pola pengaliran sungai dapat diklasifikasikan atas dasar bentuk dan teksturnya.Bentuk atau pola berkembang dalam merespon terhadap topografi dan struktur geologi bawah permukaannya.Saluran-saluran sungai berkembang ketika air permukaan (surface runoff) meningkat dan batuan dasarnya kurang resisten terhadap erosi.
Sistem fluviatil dapat menggambarkan perbedaan pola geometri dari jaringan pengaliran sungai.Jenis pola pengaliran sungai antara alur sungai utama dengan cabang-cabangnya di satu wilayah dengan wilayah lainnya sangat bervariasi.Adanya perbedaan pola pengaliran sungai di satu wilayah dengan wilayah lainnya sangat ditentukan oleh perbedaan kemiringan topografi, struktur dan litologi batuan dasarnya. Pola pengairan yang umum dikenal adalah sebagai berikut :

a.       Pola Dendritik
Pola aliran sungai dendritik ini seperti percabangan pohon, percabangan tidak teratur dengan arah dan sudut yang beragam.Berkembang di batuan yang homogen dan tidak terkontrol oleh struktur, umunya pada batuan sedimen dengan perlapisan horisontal, atau pada batuan beku dan batuan kristalin yang homogen.Atau pola dendritik juga dapat di artikan sebagai pola aliran yang cabang-cabang sungainya menyerupai struktur pohon.Pada umumnya pola aliran sungai dendritik dikontrol oleh litologi batuan yang homogen.Pola aliran dendritik dapat memiliki tekstur/kerapatan sungai yang dikontrol oleh jenis batuannya. Sebagai contoh sungai yang mengalir diatas batuan yang tidak/kurang resisten terhadap erosi akan membentuk tekstur sungai yang halus (rapat) sedangkan pada batuan yang resisten (seperti granit) akan membentuk tekstur kasar (renggang).
Tekstur sungai didefinisikan sebagai panjang sungai per satuan luas. Mengapa demikian ? Hal ini dapat dijelaskan bahwa resistensi batuan terhadap erosi sangat berpengaruh pada proses pembentukan alur-alur sungai, batuan yang tidak resisten cenderung akan lebih mudah dierosi membentuk alur-alur sungai. Jadi suatu sistem pengaliran sungai yang mengalir pada batuan yang tidak resisten akan membentuk pola jaringan sungai yang rapat (tekstur halus), sedangkan sebaliknya pada batuan yang resisten akan membentuk tekstur kasar. Pola aliran ini biasanya terdapat didaerah daratan atau didaerah pantai dan juga dapat dijumpai didaerah plato.

b.      Pola Radial
Pola aliran radial adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunung api atau bukir intrusi. Pola aliran radial juga dijumpai pada bentuk-bentuk bentang alam kubah (domes) dan laccolith. Pada bentang alam ini pola aliran sungainya kemungkinan akan merupakan kombinasi dari pola radial dan annular.
Pola aliran radial dibedakan menjadi dua, yaitu radial sentrifugal dan radial sentripetal.Pola aliran radial sentrifugal adalah pola aliran yang meninggalkan pusat, seperti di daerah vulkan atau gunun berbentuk kerucut.Pola aliran radial sentripetal merupakan pola aliran yang menuju pusat, seperti pada daerah basin dan ledokan.Keuntungan dari sungai ini berpengaruh penting terhadap para petani yang berada di kaki gunung dan sekitarnya.

c.       Pola Rectangular
Pola rectangular umumnya berkembang pada batuan yang resistensi terhadap erosinya mendekati seragam, namun dikontrol oleh kekar yang mempunyai dua arah dengan sudut saling tegak lurus.Kekar pada umumnya kurang resisten terhadap erosi sehingga memungkinkan air mengalir dan berkembang melalui kekar-kekar membentuk suatu pola pengaliran dengan saluran salurannya lurus-lurus mengikuti sistem kekar.Pola aliran rectangular dijumpai di daerah yang wilayahnya terpatahkan.Sungai-sungainya mengikuti jalur yang kurang resisten dan terkonsentrasi di tempat dimana singkapan batuannya lunak.Cabang-cabang sungainya membentuk sudut tumpul dengan sungai utamanya.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola aliran rectangular adalah pola aliran sungai yang dikendalikan oleh struktur geologi, seperti struktur kekar (rekahan) dan sesar (patahan).Sungai rectangular dicirikan oleh saluran-saluran air yang mengikuti pola dari struktur kekar dan patahan.

d.      Pola Trellis
Geometri dari pola aliran trellis adalah pola aliran yang menyerupai bentuk pagar yang umum dijumpai di perkebunan anggur. Pola aliran trellis dicirikan oleh sungai yang mengalir lurus di sepanjang lembah dengan cabang-cabangnya berasal dari lereng yang curam dari kedua sisinya. Sungai utama dengan cabang-cabangnya membentuk sudut tegak lurus sehingga menyerupai bentuk pagar. Pola aliran trellis adalah pola aliran sungai yang berbentuk pagar (trellis) dan dikontrol oleh struktur geologi berupa perlipatan sinklin dan antilin. Sungai trellis dicirikan oleh saluran-saluran air yang berpola sejajar, mengalir searah kemiringan lereng dan tegak lurus dengan saluran utamanya. Saluran utama berarah searah dengan sumbu lipatan.

e.       Pola Sentripental
Pola aliran sentripetal merupakan ola aliran yang berlawanan dengan pola radial, di mana aliran sungainya mengalir ke satu tempat yang berupa cekungan (depresi). Pola aliran sentripetal merupakan pola aliran yang umum dijumpai di bagian barat dan barat laut Amerika, mengingat sungai-sungai yang ada mengalir ke suatu cekungan, di mana pada musim basah cekungan menjadi danau dan mengering ketika musin kering.Dataran garam terbentuk ketika air danau mengering.
f.        pola Annular
Pola aliran annular adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu dan ke arah hilir aliran kembali bersatu.Pola aliran annular biasanya dijumpai pada morfologi kubah atau intrusi loccolith.



g.      Pola Paralel
Sistem pengaliran paralel adalah suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang curam/terjal. Dikarenakan morfologi lereng yang terjal maka bentuk aliran-aliran sungainya akan berbentuk lurus-lurus mengikuti arah lereng dengan cabang-cabang sungainya yang sangat sedikit. Pola aliran paralel terbentuk pada morfologi lereng dengan kemiringan lereng yang seragam.Pola aliran paralel kadangkala mengindikasikan adanya suatu patahan besar yang memotong daerah yang batuan dasarnya terlipat dan kemiringan yang curam.Semua bentuk dari transisi dapat terjadi antara pola aliran trellis, dendritik, dan paralel.


Apa dilihat dari sumber air yang didapat, sebuah sungai bisa dikatagorikan kedalam tiga kelompok yaitu sebagai berikut :

a.      Sungai Hujan
Sungai ini memiliki air yang bersumber dari dua sebab, yaitu sebab yang pertama dari air hujan dan sumber yang kedua dari mata air.Jika bersumber dari air hujan, sungai tersebut hanya mengalir pada musim penghujanan saja dan lebih berfungsi sebagai pengendali air hujan saja.Contohnya bisa kita lihat sungai-sungai di pegunungan kapus, dan gunung kidul.
b.      Sungai Gletser
Air yang mengalir pada sungai gletser ini berasal dari proses melelehnya es. Meski demikian tidak semua air mengaliri sungai berjenis glatser hanya berasal dari lelehan es secara murni.Biasanya, sungai ini memiliki hulu di bagian pegunungan yang atasnya terdapat salju. Contoh dari sungai glatser ini adalah sungai gangga yang ada di india. Sungai ini memiliki hulu di pegunungan Himalaya yang di tutupi oleh salju.Selain itu sungai phein di negara Jerman yang memiliki hulu dipegunungan Alpen bisa juga di katakan sungai glatser. Sedangkan di Indonesia, sungai yang bisa di kategorikan sebagai sungai ini adalah sungai Mamberamo di Papua.




c.       Sungai Campuran
Sungai campuran ini memiliki sumber air lebih dari satu macam sumber.Yaitu berasal dari air hujan, mata air dan juga lelehan es. Di indonesia bisa kita jumpai sungai seperti ini di Papua yaitu sungai Digul dan sungai Mambarano.

Berdasarkan arah aliran yang dilaluinya, sungai dibedakan sebagai berikut:
a. sungai konsekuen
Adalah sungai yang mengalirnya sesuai dengan kemiringan batuan yang dilaluinya.Sungai jenis ini banyak terdapat di daerah gunung merapi berumur muda atau stadium awal. Contoh: sungai progo di jawa tengah ketika menuruni lereng gunung merapi.

b. sungai subsekuen
Adalah sungai yang alirannya tegak lurus pada sungai konsekuen dan bermuara pada sungai konsekuen, misalnya sungai opak di yogyakarta.

c. sungai obsekuen
Adalah sungai yang mengalirnya berlawanan dengan arah kemiringan lapisan batuan daerah tersebut dan merupakan anak sungai subsekuen.

d. sungai resekuen
Merupakan anak sungai subsekuen dan searah dengan sungai konsekuen

e. sungai insekuen
Adalah sungai yang aliranya teratur dan tidak terikat dengan lapisan batuan yang dilaluinya.






Berdasarkan keadaan aliran airnya, sungai dibedaka n sebagai berikut:
a. sungai periodik(intemiten)
Adalah sunngai yan hanya berair pada musim penghujan
Contoh:sungai-sungai yang terdapat di pulau jawa dan nusa tenggara.

b. sungai episodik(perenial)
Adalah sungai yang alirannya hampir sama, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Contoh: sungai-sungai di sumatera, kalimantan, dan papua.


Berdasarkan struktur lapisan batuan yang dilaluinya, sungai dibedakan menjadi:
a.      sungai anteseden
Adalah sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah lapisan batuan yang dilaluinya.Jadi setiap terjadi pengangkatan, air sungai mengikisnya.

b.      sungai epigenesa
Adalah sungai yang terus menerus mengikis batuan yang dilaluinya sehingga dapat mencapai daerah batuan asli atau batuan induknya.Terjadinya sungai epigenesa diawali ketika daerah tersebut mengalami penurunan sehingga terjadi sedimentasi. Contoh; sungai colorado mengikis batuan selama jutaan tahun, sehingga mencapai batuan induk. Akibat sungai ini terbentuklah Grand Canon yang terkenal di dunia.


Faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik sungai adalah :
Debit sungai adalah besarnya aliran air persatuan waktu, ukuran yang umumnya digunakan adalah satuan volume per detik (m3/det) atau cubic feet second (cfs). Besarnya volume air sungai tergantung pada daerah aliran sungai tersebut.Biasanya ukuran volume air dapat dianggap sebagai tinggi air dan kekuatan aliran sungai.
Kondisi terbaik mengarungi sungai ketika volume air berkisar antara 800 – 10.000 cfs (25-300 m3/det)  .Sungai dengan volume 800 – 10.000 cfs cenderung mudah dilalui, karena kendali melalui jeram dan rintangan relatif lebih mudah dikuasai.Sebaliknya sungai besar dengan volume diatas 40.000 cfs umumnya sulit dilalui dan dihindari.Sekali terjebak dalam lengkungan ombak dan menabrak rintangan batu, cenderung berakibat menghancurkan.
Ukuran volume air dapat juga untuk mengetahui ukuran besar – kecilnya sungai, antara lain :
  • Sungai kecil : (800-1000) cfs atau (25-5000) m3/det
  • Sungai besar : (5000-10.000) cfs atau (125-250) m3/det
  • Sungai besar sekali : volume air lebih dari 10.000 cfs
Untuk mengetahui volume air dapat melihat tinggi muka air (biasanya terletak di tempat dekat jembatan). Kemudian disesuaikan dengan lebar sungai atau meminta informasi pada Dinas Pengairan setempat. Dapat juga dihitung dengan rumus :
Q = debit volume air (m3/det)
V = kecepatan arus (m/det)
A = luas penampang sungai (m3)

Tingkat kecuraman / kemiringan aliran sungai menunjukkan nilai rata-rata penurunan dalam suatu jarak tertentu.Setiap sungai pada jarak tertentu mempunyai tingkat kecuraman yang berbeda.Kadang tajam dan sebaliknya mendatar.Kecuraman bisa dianggap sebagai petunjuk kasar tingkat kesulitan dan kecepatan aliran sungai.
Tingkat kemiringan sungai yang dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat kecepatan aliran, antara Lain :
  • Sungai dengan kecuraman 0-4 m/Km, umumnya berarus tenang, tidak mempunyai daerah berbahaya seperti jeram
  • Sungai dengan kecuraman 5-10 m/Km, umumnya berjeram dan cukup ideal sebagai medan ORAD
  • Sungai dengan kecuraman 10-15 m/Km umumnya berbahaya untuk diarungi dengan perahu karet, akan tetapi masih memungkinkan
  • Sungai dengan kecuraman 15-20 m/Km umumnya sudah tidak memungkinkan untuk diarungi dengan perahu karet, tetapi masih memungkinkan untuk diarungi dengan kayak lincah
  • Sungai dengan kecuraman diatas 20 m/km umumnya tidak mungkin diarungi karena mempunyai air terjun atau jeram ganas yang panjang dan sambung menyambung.
Kecuraman sungai di daerah hulu rata-rata lebih tinggi daripada di daerah hilir. Semakin ke hilir sungai akan semakin landai sebelum kemudian bermuara ke laut. Gradient sungai dapat dihitung dengan bantuan garis kontur yang memotong sungai pada peta topografi.
Lebar penampang sungai mempengaruhi kecepatan arus.  Semakin lebar penampang sungai, kecepatan arus makin lambat, semakin sempit penampang sungai, kecepatan arus semakin cepat.Hal ini yang juga mempengaruhi laju perahu.





Gambar  bentuk morfologi sungai
(dimodifikasi)
Keterangan :
A= Bantaran Sungai. B= Tebing Sungai . C= Badan Sungai. D= Batas tinggi air semu. E= Daar  Sungai. F= vegetasi Riparian.
            Forman (1983) menyebutkan bahwa bagian dari bentuk luar sungai secara rinci dapat di pelajari melalui bagian-bagian dari sungai, sering yang di sebut dengan struktur sungai. Struktur sungai dapat dilihat dari tepian aliran sungai, alur sungai, bantaran sungai dan tebing sungai, yang secara rinci akan di jelaskan sebagai berikut :



            Alur sungai adalah bagian dari muka bumi yang selalu berisi air yang mengalir yang bersumber dari aliran limpasan ( Forman dan Gordon, 1983 ). Sandy (1985) juga menyatakan bahwa alur sungai juga di batasi dengan batuan keras, dan berfungsi sebagai tanggul sungai.


            Dasar sungai sangat bervariasi dan sering menggambarkan atau mencerminkan batuan dasar yang keras.Jarang di temukan bagian yang rata, kadang kala bentuknya bergelombang, dan juga ada yang landai.Tebal tipisnya dasar permukaan sungai di pengaruhi oleh besar kecilnya batuan.Dasar sungai dari hulu ke hilir memperlihatkan perbedaan tinggi. Dan pada jarak tertentu atau keseluruhan dapat di sebut dengan istilah gardien sungai yang memberikan gambaran beberapa persen rataan kemerengan sungai dari  bagian hulu ke hilir. Besaran nilai gradien berdasakan besar terhadap laju aliran air.

        2.4.3 Bantaran Sungai

            Forman dan Gordon (1983) menyebutkan bahwa bantaran sungai merupakan bagian dari struktur sungai yang sangat rawan.Terletak antara badan sungai dengan tanggul sungai, mulai dari tebing sungai hingga bagian yang datar.Peranan fungsinya cukup efektif sebagai penyaring (filter) nutrien, menghambat aliran permukaan dan pengendali besaran laju erosi.Bantaran sungai merupakan habitat tetumbuhan yang spesifik (vegetasi riparian), yaitu tetumbuhan yang komunitasnya tertentu mampu mengendalikan air pada saat musim penghujan dan kemarau.

        2.4.4 Tebing Sungai

            Bentang alam yang menghubungkan antara dasar sungai dengan tanggul sungai disebut dengan “tebing sungai”.Tebing sungai umumnya membentuk lereng atau sudut lereng, yang sangat tergantung dari bentuk medannya. Semakin terjal akan semakin besar sudut lereng yang terbentuk. Tebing sungai merupakan habitat dari komunitas vegetasi riparian, kadangkala sangat rawan longsor karena batuan dasarnya sering berbentuk cadas. Sandy (1985), menyebutkan apabila ditelusuri secara cermat maka akan dapat diketahui hubungan antara lereng tebing dengan pola aliran sungai.


Jenis vegetasi riparian di Indonesia dari bagian hilir sampai dengan bagian hulu cukup bervariasi, dan menurut Sandy (1985) sangat dipengaruhi oleh batuan dasar dan ketinggian tempat. Waryono (1985) menyebutkan bahwa jenis vegetasi asli riparian yang dominan dijumpai di S. Mahakan Kalimantan Timur meliputi: waru (Hisbiscus tiliaceus); renghas (Gluta veluntino), cangkring (Erytrina sp), kempas (Koompasia malacensis), keciat (Spatodea campanulata), dan bungur (Lagerstromea filamentosa). Jenis vegetasi riparian di DKI Jakarta, tercatat 10 jenis dan nampaknya sama seperti yang dijumpai di bantaran Citandui, Cimanuk, dan Citarum bagian tengah. Jenis-jenis dimaksud adalah:  Gluta renghas, Lagerstromea indica, Syzygium polianthum, Vitex pubescens, Pithecelobium sp, Hisbiscus tiliaceus, Sterculia foetida,  Alstonia scholaris, Pterospernum javanicum dan  Erytrina variegata (Waryono, 2002). 


            Sungai itu terbentuk degan adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berada di ketinggian, umpamanya disebuah puncak bukit atau gunung yang tinggi ,dimana air hujan sangat banyak jatuh di daerah itu,kemudian terkumpul dibagian yang cekung ,lama kelamaan dikarenakan sudah terlalu penuh ,akhirnya mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air, selanjutnya air itu akan mengalir di atas permukaan tanah yang paling rendah, mungkin mula mula merata,namun karena ada bgn bgn dipermukaan tanah yang tidak begitu keras, maka mudahlah terkikis, sehingga menjadi alur alur yang tercipta makin hari makin panjang, seiring degan makin deras dan makin seringnya air mengalir di alur itu, maka semakin panjang dan semakin dalam ,alur itu akan berbelok, atau bercabang, apabila air yg mengalir disitu terhalang oleh batu sebesar alur itu, atau batu yg banyak, demikian juga degan sungai di bawah permukaan tanah, terjadi dari air yang mengalir dari atas, kemudian menemukan bagian-bagian yang dapat di tembus ke bawh permukaan tanah dan mengalir ke arah dataran rendah yang rendah, lama kelamaan sungai itu akan semakin lebar
                                  
          Air yang berada di permukaan daratan, baik air hujan, mata air, maupun cairan gletser, akan mengalir melalui sebuah saluran menuju tempat yang lebih rendah. Mula-mula saluran yang dilalui ini relatif sempit dan pendek. Namun, secara proses alamiah aliran ini mengikis daerah-daerah yang dilaluinya. Akibatnya, saluran ini semakin lama semakin lebar dan panjang, dan terbentuklah sungai.Proses Perkembangan Sungai Perkembangan suatu lembah sungai menunjukkan umur dari sungai tersebut.Umur di sini merupakan umur relatif berdasarkan ketampakan bentuk lembah tersebut yang terjadi dalam beberapa tingkat (stadium).Pada stadium muda pembentukan lembah mulai terjadi dengan tanda-tanda sebagai berikut.
a.       Penampang melintang dari lembah berbentuk V, hal ini disebabkan karena daya kikis vertikal yang kuat karena gradien masih besar.
b.      Sungai masih banyak mempunyai erosi basis sementara.
c.       Memiliki daya angkut aliran air yang terbesar.
d.      Lebar bagian bawah lembah sama dengan lebar saluran sungai.
e.       Dasar lembah masih belum merata.
Pada stadium dewasa lembah sungai akan memiliki ciri sebagai berikut.
a.       Gradien sungai menjadi lebih kecil.
b.      Erosi yang berperan penting adalah erosi lateral, sedangkan erosi vertikal praktis sudah tidak terjadi.
c.       Pada bagian akhir stadium dewasa sungai sudah mengalami pendataran dasar sungai.
d.      Lembah sungai berbentuk U melebar, yang ukuran lebarnya melebihi dalamnya sungai.
e.       Pada dasar lembah terdapat dataran banjir (flood plain) dan terdapat kelokan-kelokan sungai (meander).
f.       Sudah tidak terdapat erosi dasar sungai, karena dasar lembah sungai sudah merata.
Pada stadium tua sungai memilik ciri-ciri sebagai berikut.
a.       Gradien sungai sudah menjadi kecil.
b.      Erosi yang berperan adalah erosi lateral dan lembah sungai berbentuk U melebar.
c.       Terbentuk dataran banjir. 

            Air merupakan sumber kehidupan.Ini berarti banyak mahluk hidup yang tidak dapat tumbuh dan berkembang karena kekurangan air. Adapun manfaat sungai sebagai salah satu bentangan perairan darat, mulai dari yang sederhana seperti keperluan minum, mandi, dan mencuci, hingga kebutuhan yang lebih kompleks, seperti:
a.       Irigasi atau pengairan
Khususnya di daerah kering orang membutuhkan air untuk mengairi sawah.Dalam sistem pertanian intensif sekarang ini, di daerah basah pun perlu pengairan agar diperoleh hasil yang lebih menguntungkan.
b.      Sumber tenaga
Di daerah industri yang kondisinya memungkinkan, air dimanfaatkan sebagai penggerak turbin yang dihubungkan dengan generator, sehingga menghasilkan pembangkit tenaga listrik (PLTA).

c.       Keperluan domestik
Air dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer rumah tangga, seperti air minum, memasak, mencuci, mandi. Bahkan bagi masyarakat kota, air juga dipergunakan untuk menyiram tanaman dan rumput hias di halaman.
d.      Sebagai sumber penghasil bahan makanan mentah
Di sungai terdapat bermacam-macam ikan, udang, dan sebagainya yang dapat dijadikan sebagai sumber bahan makanan.
e.      Industri
Sebagian besar industri, terutama di daerah perkotaan air juga sangat penting sebagai pencuci bahan dasar, pencair, atau pelarut bahan.
f.      Transportasi
Sejak zaman dahulu, manusia telah memanfaatkan air sebagai sarana perhubungan. Sebab, hingga sekarang transportasi di perairan relatif lebih murah.
g.      Rekreasi dan olah raga
Di sungai-sungai atau danau orang mengadakan rekreasi dan sekaligus merupakan sarana olah raga, seperti berenang, dayung, arung jeram, selancar angin, dan sebagainya

Pencemaran sungai adalah tercemarnya air sungai yang disebabkan oleh limbah industri, limbah penduduk, limbah peternakan, bahan kimia dan unsur hara yang terdapat dalam air serta gangguan kimia dan fisika yang dapat mengganggu kesehatan manusia.Pada hakikatnya antara aktifitas manusia dan timbulnya pencemaran terdapat hubungan melingkar berbentuk siklus. Agar dapat hidup dengan baik manusia beradaptasi dengan lingkunganya dan untuk memenuhi kebutuhan  hidupnya manusia mengembangkan teknologi, akibat sampingan dari pengembangan teknologi adalah bahan pencemaran yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan ini merupakan stimulus agar manusia menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Pencemar sungai dapat diklasifikasikan sebagai organik, anorganik, radioaktif, dan asam/basa.Saat ini hampir 10 juta zat kimia telah dikenal manusia, dan hampir 100.000 zat kimia telah digunakan secara komersial.Kebanyakan sisa zat kimia tersebut dibuang ke badan air atau air tanah.Pestisida, deterjen, PCBs, dan PCPs (polychlorinated phenols), adalah salah satu contohnya.Pestisida dgunakan di pertanian, kehutanan dan rumah tangga.PCB, walaupun telah jarang digunakan di alat-alat baru, masih terdapat di alat-alat elektronik lama sebagai insulator, PCP dapat ditemukan sebagai pengawet kayu, dan deterjen digunakan secara luas sebagai zat pembersih di rumah tangga.

1.      Meracuni sumber air minum
Misalnya air yang tercemar oleh logam-logam berat yang masuk  ke dalam tubuh melalui minuman dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa, saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut. Selain itu pencemaran yang disebabkan oleh zat radioaktif dapat menyebabkan penyakit kanker serta merusak sel dan jaringan tubuh lainnya.  

2.      Mengakibatkan penularan penyakit
Yaitu air yang tercemar oleh virus dan bakteri.Misalnya bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. 
3.      Merusak ekosistem air (membunuh ikan-ikan dan organisme dalam air lainnya)
Yaitu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:
Disebabkan karena penguraian sampah organik yang dalam penguraiannya memerlukan banyak oksigen sehingga kandungan oksigen dalam air menjadi semakin sedikit yang mengakibatkan ikan-ikan dan organisme dalam air kekurangan oksigen dan akhirnya mengakibatkan kematian.
Bahan pencemaran organik yang tidak dapat diuraiakan oleh mikroorganisme sehingga akan menggunung dan mencemari air sungai yang dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup di dalamnya.
Bahan pencemaran berupa makanan tumbuh-tumbuhan yang dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dan tumbuhan air separti enceng gondok dengan pesat sehingga menutupi permukaan air yang mengakibatkan kadar oksigen dan sinar matahari berkurang karena terhalang dan tidak dapat masuk ke dalam air sehingga mengganggu kehidupan akuatik (organisme, ikan, dan tanaman dalam air).
Bahan pencemaran berupa kondisi (misalnya panas) yang menyebabkan suhu air meningkat sehingga tidak sesuai untuk kehidupan akuatik. Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik yang dalam proses penguraiannya memerlukan banyak oksigen sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.
Bahan pencemaran berupa endapan/sedimen yang menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, air kurang mampu mengasimilasi sampah sehingga mengganggu kehidupan akuatik.

4.      Mengakibatkan terjadinya bencana alam
Seperti banjir yang diakibatkan karena tersumbatnya aliran sungai oleh sampah masyarakat sehingga merugikan kehidupan masyarakat itu sendiri dan makhluk hidup lain di sekitarnya.



1.      Melestarikan hutan di hulu sungai
Agar tidak menimbulkan erosi tanah disekitar hulu sungai sebaiknya pepohonan tidak digunduli atau ditebang atau merubahnya menjadi areal pemukiman penduduk. Dengan adanya erosi otomatis akan membawa tanah, pasir, dan sebagainya ke aliran sungai dari hulu ke hilir sehingga menyebabkan pwendangkalan sunmgai.

2.      Tidak buang air di sungai
Buang air kecil dan air besar sembarangan adalahperbuatan yang salah.Kesan pertama dari tinja atau urin yang dibuan sembarangan adalah bau dan menjijikan.Tinja juga merupakan medium yang paliang baik untuk perekembangan bibit penyakit dari yang ringan sampai yang berat, oleh karena itu janganlah buang air besar sembarangan khususnya di sungai.

3.      Tidak membuang sampah di sungai
Sampah yabng dibuang sembarangan di sungaiakan menyababkan aliran air di sungai terhambat. Selain itu juga sampah akan menyebabkan sungai cepaa dangkal dan akhirnya memicu terjadinya banjir di musim penghujan sampah juga membuat sungai tampak kotor menjijnikan dan terkontaminasi



            Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir melalui terusan alami dan kedua pinggirnya di batasi tanggul-tanggul alami yang akhirnya mengalir kelaut atau sungai induknya.Sungai merupakan jalan air alami.mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain.
            Jenis-jenis sungai dapat dilihat dari klasifikasi sungai itu sendiri. Sungai juga memiliki struktur, dimana struktur sungai sangat di pengaruhi oleh jumlah dan kecepan aliran sungai beserta proses terbentuknya sungai.
            Sungai juga memiliki fungsi :
1.      Transportasi
2.      Rekreasi
3.      Irigasi
4.      Industri
5.      Pembangkit listrik, dll.
Pencemaran air sungai adalah masuk atau dimasukkannya sesuatu yang dapat merubah tatanan (komposisi) air ke dalam aliran sungai. Secara garis besar cara mencegah pencemaran air sungai di Indonesia adalah menyadarkan masyarakat Indonesia itu sendiri akan pentingnya air sungai bagi makhluk hidup serta dampak buruk yang ditimbulkan jika air sungai tercemar. Sehingga mereka mau menjaga dan merawat aliran sungai dengan penuh kesadaran.

            Melihat sungguh banyaknya manfaat sungai bagi kehidupan, maka kita selaku mahkluk yang sempurna marilah kita jaga kealamian sungai.




_______________; 2002.Struktur Lansekap Bantaran Sungai di DKI Jakarta. Program Studi Biologi Konservasi Departemen Kehutanan Samarinda. FMIPA Universitas Indonesia.
Forman; Richard and Michel Gordon. 1983. Lansdcape Ecology. John Wiley & Son; New York.
Katili, J.A;  1950. Geologi.Jakarta; Departemen Urusan Riset Nasional.
Lebeck, A.K,. 1939. Geomorphologi. New York: Grw Hill. Negeri (Publikasi 437).
Pannekoek, A.J.Dr. 1949. Outline of the Geomorphology of Java. TKNA, Genootsch. LXVI.
Sandy, IM, 1985. DAS-Ekosistem Penggunaan Tanah.Publikasi  Direktorat Taguna Tanah Departemen Dalam
Thornbury, William,  D; 1973. Principle of Geomorphologi. New York: Grw Hill.
Waryono.Tarsoen; 1985. Analisis Vegetasi Riparian  (Studi Kasus DAS Mahakam Bagian Hilir). Litbang










LAMPIRAN
A.      TANYA JAWAB

B.        BIODATA

1.       Nama                         : Iis Haerunisa
TTL                      : Ciamis, 22 Maret 1999
Alamat                              : Golat Landeuh 03/04
Hobi                                                                                            : Olahraga, Mendaki,   Berpetualang, Jalan jalan, Berkumpul dengan orang-orang yang shaleh.
Cita-cita                                                     : Guru, Pengusaha, Istri yang shalihah
Makanan fav      : Baso
Minuman fav     : Air teh hangat
Yang disukai        : Mawar, Eddelweis, Doraemon
Warna Fav           : Merah
Moto Hidup                                                                             : Jadilah orang yang Beruntung, yang  lebih baik dari sebelumnya!
Nothing is Impossible
Motivasi hidup                                                                       : Allah, Rosul, Orang tua,  Sahabat, Teman, Cita-cita dan Surga

2.       Nama                         : Melly Noviany
TTL                         : Bandung,09/06/1998
Alamat                  : Dusun Nanggerang,
RT/RW 04/04, Desa Sukasetia   Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis
Hobi                       : Menyanyi, membaca
novel, bermain
Cita-cita                : Dokter Gigi
Warna Favorit    : Hitam, merah
Makanan Fav     : Baso, mie
Motto Hidup      : Kecil bahagia, besar hura
                                                                                     hura, mati masuk surge








3.                                                                                                                 Nama                  : Reni Yulianti
TTL                                       : Tasikmalaya, 09 Juli 1998
Alamat                                : Kampung Sindangharja, Ciawi, Tasikmalaya.
Hobi                                                                                                 : Membaca, Mendengarkan musik KPOP.
Cita-cita                              : Menjadi Orang yang sukses.
Makanan Fav   : baso
Minuman Fav  : Teh
Warna fav                    : Hitam dan Biru
Motto                            : Kegagalan adalah kunci kesuksesan




4.                                                                                                                Nama                  : Neng Reny Juanti
Alamat                                : Cigorowong 02/02
TTL                                       : Ciamis, 28 November 1998
Hobi                                                                                            : Shopping, Berkumpul, mendengarkan music
Cita-cita                                                                                     : Dokter
Makanan fav                                                                           : Mie ayam, nasi goreng
Minuman fav                                                                          : Air putih
Warna fav                                                                                : Putih, biru
Motto                                                                                        : Selalu Bahagia



















5.       PHOTO-PHOTO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marhaban Ya Ramadhan

Assalamualaikum hey readers, semoga kalian semua selalu ada dalam naungan Allah SWT. Alhamdulilah kita bertemu lagi dengan bulan suci yang penuh berkah ini setelah sekian lama kita menanti nanti, dan akhirnya bertemu kembali Ramadhan ini sungguh indah yah Bagiku memang sangatlah indah karena dari ramadhan ini aku menemukan semuanya Hidayah hanyalah sang penguasa yang berwenang bukan untuk ditunggu nukan untuk dinanti tapi untuk dicari Kita haruslah ingat entah di hari manakah hidayah itu akan muncul Jangan pernah lelah mencapainya Tak seperti kemarin Sekarang lebih indah Lebih nyaman Lebih Istimewa Tanpa sentuhan haram Hanya ada pengukiran bersama Sholeh nan Sholehah ibadah yang diharapkan yang berharap mendapat ridhoNya kelak Sungguh luar biasa Aku bahagia bersama kalian Sederhana, apa adanya Tapi berjiwa mulia Terimakasih Ya Rabb Jazakumulloh khairan khasiran atas semuanya Akan terus ku cari hidayah dan ridhomu Sampai tubuh ini lelah dan terb...

TAK AKAN KU LUPA

TAK AKAN KU LUPA Saat koridor-koridor itu mulai terbasahi Gelap menyelimuti setiap orang berseragam Kau datang membawakanku pelangi Saat hujan luka itu masih menari diatas perih Kau hadirkan senyum terindah Saat aku tenggelam dalam larutnya kegelapan Sedikitpun tak akan ku lupa Saat kau membawaku pada kehidupan Sedikitpun tak akan ku lupa Saat senyummu menjadi satu-satunya nafas untukku Tempat Pembuangan Akhir Cerita Mereka Maaf… Aku memang bukan pendengar dan penghayat cerita yang baik Apalagi memberi penjelasan rumitnya cerita itu Tapi setidaknya… Tak lepas statusku menjadi tempat pembuangan akhir cerita itu Walau lebih sering aku teremehkan Datang ketika dibutuhkan saja Tapi tak masalah bagiku Terima kasih sahabatku Kalian masih menganggapku ada

KAMUS BASA SUNDA

Oke gan kali ini gue posting yang sesuatu nih  HARTOS SUWATARA NAMI SUNDA A Asih = Cinta, nyaah Arum = Seungit, kembang Atmaja = Kembang Asta= Dalapan B Banyu = Cai Bhuwana = Alam semesta C Cahaya/sahaya = sinar, nur Candra = Bulan Catur = Opat Citra = Ajen, nilai, dangiang D Dasa = Sapuluh Diah = Sesebutan keur istri (nona,miss) Dur = Dhalim, jail Dharma/darma = Babakti Dwi = Dua E Endah = alus Esa/ eka = tunggal / hiji G Ganjar = pahala, hadiah, dipaparin, dibere Gina = juru, pojoik J jana = manusa jaga= ngajaga, nungguan, ngariksa jaya = meunang, unggul jewara = juara jomantara = awing-awang K karta = makmur karna = ceuli komara = alus, sinar, dangiang kusuma = kembang kumba = gede, angeung L laga = legeg, gaya, tandang M man= lalaki marga = jalan mitra = dulur, babaturan (partner) N nata = raja nawa = salapan P panca = lima paksi = garuda, manuk pratama = pertama, utama praja = pamerentah, pangawasa, paga...